Review Berobat Menggunakan BPJS di RS William Booth Surabaya

Saya ini dulu termasuk “orang yang psimistis dengan BPJS” karena saya berpikiran BPJS itu milik pemerintah yang biasanya memiliki birokrasi yang amburadul alias amit2 deh.

Saya lebih percaya dengan asuransi swasta yang menurut saya lebih baik. Nah meskipun saya dulunya anti BPJS saya sering membantu orang2 yang membutuhkan bantuan medis dari kalangan bawah, mulai dari anak tukang parkir, tetangga, teman, dsb nya, saya beranggapan minimal orang2 ini tidak akan mempermasalahan layanan buruk, krn yang penting bagi mereka adalah berobat.

Belum lagi merasa miris ketika melihat di TV dan di berita online masih ada pasien yang mendapatkan diskriminasi ketika berobat menggunakan BPJS membuat saya harus mengelus dada dan sangat di sayangkan hal itu bisa terjadi.

Pemikiran negatif tentang BPJS berangsur2 sirna ketika membaca berita KPP BPJS memberikan teguran2 kepada Rumah Sakit yang tidak melayani dengan baik dan juga di sediakan layanan pengaduan resmi dari BPJS, blm cukup sampai disitu saya memang blm pernah mengalami mengurus sendiri BPJS.

Berawal dari mama mertua saya yang tiba2 sakit sesak nafas, dan sudah pernah saya buatkan BPJS,krn berumur 67 tahun tidak mungkin asuransi swasta menerimanya kan , dan juga ada syarat pre existing condition. BPJS mertua saya sudah ikut setahun lebih dan mmg tidak pernah sakit aneh2. Siang mama mertua saya sakit sesak nafas, kemudian saya antar ke Puskesmas Faskes 1 sesuai rujukan di kartunya.

Sampai di puskesmas Tanah Kali Kedinding – Surabaya di layani dengan baik dan di lakukan rekam jantung yang hasilnya luar biasa parah detak jantung mama mertua saya hampir 2x lipat dari normal dan di berikan surat rujukan ke RS Unair. Saya mencoba googling Rumah sakit swasta yang menerima BPJS, akhirnya malam saya ajak mama mertua saya ke RS William Booth Jalan Diponegoro Surabaya.

Sampainya di RS William Booth langsung menuju UGD, oh ya dalam keadaan darurat anda tidak perlu ke RS sesuai di rujukan ya, kalo bisa sih dari awal anda milih RS. Kalo tidak sempat ya tidak apa2. Di UGD di terima dengan baik dan di lakukan rekam jantung ulang dan mmg hasilnya denyut jantungnya keras dan cepat.

Oleh dokter UGD akhirnya di di rujuk ke ICU krn denyutnya sangat cepat, meminta kami untuk mengurus di lobby rumah sakit untuk daftar ICU dan kamar rawat  inap, proses tidak berbelit2, hanya perlu menunjukkan kartu dan tanda tangan beberapa kertas, admin rumah sakitnya mengecek melalui komputer bahwa ada denda di BPJS yang harus di selesaikan.

Note : denda ini begini, kalo dulu anda membayar, denda langsung terlihat, nah sistem yang baru ini denda tidak terlihat didepan, 2% per dari total terhutang. 

Pihak RS William Booth tidak menolak, tetap memasukkan mama mertua saya ke ICU dengan ramah dan menjelaskan dengan baik di berikan surat untuk di bawa ke kantor BPJS. Esoknya saya langsung menuju ke BPJS untuk membayar denda dan membawa kembali ke Rumah Sakit.

Suster rumah sakit menjelaskan pula , bahwa kamar kelas 1 penuh, dan menanyakan dengan baik mau nggak ke Kelas 2A Umum, nanti begitu kelas 1 ada, akan dipindahkan , jadi sementara ke kelas 2, kami pun bilang iya yang penting mama mertua di layani dengan baik.

Setelah 3 hari akhirnya mama mertua sehat kembali, puji Tuhan di bolehkan pulang 🙂

Mama mertua saya di rawat dengan baik di RS William Booth tanpa ada diskriminasi pasien umum maupun pasien BPJS, saya terharu melihat pelayanan yang baik seperti ini.


Layanan Control pasca keluar dari rumah sakit memang prosedur agak berbeda ternyata pasien BPJS sangat banyak untuk berobat ke poliklinik RS William Booth ini , saking bejibun yang berobat saya harus melakukan ini :

  • Jam 3.30 -5.00 pagi, datang ke RS, Jam 5 di bagikan nomor antrian, sebelum jam 5 itu sudah ada yg datang lho ya … jadi kalo pengen dapat nomor pendek ya datanglah sebelum jam 5.
  • Jam 6.30 klinik mulai di buka dan mengumpulkan berkas surat rujukan / control.

Ruwet kah ? Saya rasa wajar krn pasien BPJS banyak sekali yang berobat kesana , saya rasa masih OK dan masih dalam batas kewajaran, tanpa melakukan prosedur di atas pun tidak masalah anda bisa lgs datang jam 6 atau jam 6.30, cuma anda dapat nomor antrian agak panjang, itu saja.

Setelah control bertemu dengan dokter Ratih spesialis jantungdi berikan resep obat jantung dan dapat di tebus di kamar obat, obatnya juga gratis lho…. jadi selama mama mertua sakit sampai control menerima obat saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Dan ketika di kamar obat pun, apotekernya menjelaskan secara detail, kapan obat ini di minum dsb dengan ramah menjelaskan satu per satu obat yg terdiri dari 5 macam.

Tak puas sampai disitu lho… saya masih penasaran dengan pelayanan BPJS di daerah seperti apa . Saya asli dari Kota Tuban, saya bantu mama kandung saya ngurus perubahan faskes ke kantor BPJS Bojonegoro Jl. Basuki Rahmat, dan terhitung cepat juga melayani, langsung saya bawa mama saya ke puskesmas bojonegoro Jl. Letjen Sutoyo, untuk cabut gigi, dan langsung di layani dengan baik.

Salut deh saya… terima kasih BPJS dan pemerintah , pertahankan layanan yang baik ini demi masyarakat Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*