Perhitungkan harga & modal sebelum menjadi hoster

Perhitungkan harga & modal sebelum menjadi hoster !

Ya judul ini sempet terngiang-ngiang di otak saya , karena hal ini pernah saya temui kata-kata ini ketika sedang membangun usaha webhosting pada tahun 2008. Di kala itu pemainnya sedikit dan rekan yang mengerti pun juga sedikit yang masing2 memiliki ego sendiri.

Dengan pemain sedikit dan mementingkan ego sendiri resikonya adalah , kalo kita bingung nggak ada yg bisa kita tanyain lho … kalo mumet ngurusin server ya mumet sendiri , krn waktu itu tidak semaju sekarang lho..dulu itu adanya hanya Yahoo Messenger untuk komunikasi dengan teman dan customer serta HP pun belum ada android ha ha ha.

Saya ceritain singkat ya : saya sebenarnya sebelum terjun di dunia hosting dengan menjadi hoster , saya tidak memiliki basic skill di bidang web hosting, cpanel dan server, semuanya serba sendiri membaca dari google, dan menggunakan server management, sehingga kalo saya ada kesulitan saya minta tolong ke mereka sambil menanyakan solusinya sambil belajar mengelola sendiri .

OK saya infokan buat temen2 yang ingin terjun di bisnis ini , siapkan skill anda dulu, kalo anda tidak punya skill carilah server yang full managed support, kalo full managed support ya artinya keluar biaya lebih mahal dong .. ? YES ..itu resiko .

Perihal harga … ya harga ini sensitif lho … customer Indonesia umumnya memang mencari hosting dengan harga yang super murah … dan kalo bisa gratis 🙂 nah jangan pernah terpancing untuk menjadi lebih murah.

Saya tidak pernah menyalahkan kata murah , namun perhitungkan dengan seksama sebelum membuka usaha hosting seperti :

  • Harga modal server per bulan
  • Harga lisensi bulanan
  • Dana Cadangan Usaha & Dana Cadangan Hidup
  • Keuntungan nantinya untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi

Lho perlu ya ngitung kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi ???

Yes.. kalo anda tidak memikirkan itu  saya tanya balik ? trus untuk apa usaha ???? 🙂

Buatlah harga yang rasional ( bukan murah ) harga rasional lebih masuk akal jangan menjual harga murah tapi anda tidak bertahan lama.

Berapa banyak hoster yang baru buka 3 bulan kemudian ngilang ?

Berapa banyak hoster baru 1 Tahun sudah tidak ada kabar ?

Berapa banyak hoster baru buka , kemudian tidak ada response ?

 

Silahkan merenungkan pertanyaan saya di atas agar anda dapat memahami maksud saya . Penyebab mayoritas adalah karena lebih besar pasak dari pada tiang , lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukkan dan hasil tidak sesuai yang di harapkan.

Saya ingin cerita juga nih :

Ada 1 kawan hoster juga , saya ga sebut nama , jual nya selalu murah banget … kemudian muncul sebuah mala petaka yang membuat servernya harus offline semua, masuk dalam sebuah grup dan curhat bahwa servernya bermasalah , dan kemudian : minta donasi agar layanannya tetap ON . Namanya kawan seperjuangan mereka bantu dengan transfer dana untuk membeli server di tempat lain.

 

Sampai sini saya tidak mempermasalahkan minta donasinya ya … sekali lagi bukan karena donasinya … kita ambil hikmahnya :

Bila anda jual terlalu murah, anda ambil untung dari mana ? kemudian bila terjadi musibah seperti yang saya ceritakan di atas apakah anda terus minta donasi ke teman2 ?

udah itu aja … silahkan merenungkan …  saya tidur dulu ….. 🙂

 

Comment

Be the first to comment

Leave a Reply